STOP PRESS WIBK 28 JULI 2018

Bertepatan dengan gerhana bulan Blue Moon Jumat 28 Juli 2018 dini hari saya berdialog dengan Bung Karno di beranda  SkyE restoran di puncak Menara BCA Tower lantai 57.

CW: Selamat malam Blue Moon pak, dulu  dizaman Soeharto rakyat ditakuti dan tidak berani melihat gerhana matahari. Sekarang ini gerhana bulan malam hari hoax merajalela bahaya terkena radiasi gerhana Blue Moon. Terus ada yang menghubungkan dengan demam pilpres yang serba mencekam dan membuat rakyat stress, Apa pesan bapak untuk bangsa Indonesia ditengah kemelut pilpres ini

BK: Kalau pakai rasio modern, dampak dari gerhana terhadap politik ya kita ikut saja chaos theory Ilya Prygogine atau butterfly effect Lorents hingga Michio Kaku;  bahwa segala sesuatu bisa saja ipso facto terkait kausalitas. Pas gerhana bulan,  Prabowo menyatakan bersedia membuka jalan bagi capres generasi muda yang segera beredar di web Tempo bahwa terbuka jalan untuk paslon Anis AHY sebagai penantang Jokowi-Mr X yang malah belum jelas . Meski saya bisa nyatakan disini bahwa kalau Jokowi ngotot maju dengan Jokowi JK jilid 2,3 ( yaitu Jokowi jilid 2 berduet JK jilid 3) maka akan mengalami erosi ketidakpuasan dan protes generasi milenial terhadap pola melecehkan hati nurani dan akal sehat, Duet Anis AHY jelas akan mengungguli Jokowi JK jilid 2,3.

CW: Wah bapak ini akan malu besar dan salah besar kalau sesumbar bahwa Anis AHY akan menang diatas Jokowi JK jilid 2,3?

BK: Kamis malam 27 Juli Presiden  kumpulkan 40 konglomerat di Istana Bogor diminta transfer Devisa Hasil Ekspor (DHE) mereka pulang ke tanah air untuk mempertahankan nilai rupiah dari dampak perang kurs global yang diluar kendali pemerintah negara manapun termasuk Tiongkok  Salah satu konglo malah tanya atau usul ya sudah pemerintah terapkan kontrol devisa saja supaya hemat dollar yang ditanggapi Menkeu, wah anda ini patriot juga malah usul kontrol devisa, tapi kita tidak mau kontrol devisa karena itu akan menjadi momok bagi investor asing. Sebetulnya masalah peka ini tidak perlu didaur ulang pakai pola Soeharto “menakut nakuti” dan mengkambing hitamkan warga pengusaha keturunan. Semua orang pasti mau mengamankan devisa yang mereka miliki karena mereka juga butuh untuk re investasi dan cadangan jangka menengah panjang dari ancaman devaluasi dan keterpurukan nilai rupiah. Yang sudah kronis sejak 21 tahun saya memerintah dan 32 tahun Soeharto bercokol sebagai presiden.. Kita sudah sering berdiskusi masalah nilai rupiah ini sampai sudah bosan bicara resep karena sudah baku dan simple tapi tidak pernah dilaksanakan. Saber pungli brantas korupsi, terapkan One Single Submission , Satu Nomor Izin Berusaha, buka fasilitas investasi semudah mudahnya. Kalau ini tidak bisa di deliver oleh birokrat Indonesia, ya siapapun presidennya, apapun sistemnya,  bila tidak produktif, tidak ekspor, tidak surplus ya mata uang rupiah pasti akan terpuruk.  Dan presiden petahana terjungkel dua kali tidak peduli saya proklamator atau Soeharto jendral besar bintang lima.

CW :Ya kita sudah hampir bosan menulis yang itu itu juga  Tapi kenapa bapak begitu “tega” untuk meramalkan bahwa duet Anis AHY akan kalahkan Jokowi JK jilid 2,3?

BK: Ya karena Sejarah adalah Mahkamah yang jauh lebih agung dari Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi yang sebagian diisi oleh hakim koruptor.  Dan Sejarah juga muak dengan reinkarnasi seorang terpidana pembunuhan hakim agung Safiudin Kartasasmita menjadi ketum dan eligible untuk jadi capres. Sementara Ahok ketakutan, pasrah dan rela berkorban tidak berani minta grasi, amnesti, abolisi dan PK nya ditolak. Semuanya itu demi mendewakan “politik identitas” sara yang mengabaikan hak asasi manusia karena diskriminasi suku , agama, ras dan etnis. Maka Sejarah akan menghukum mewakili Tuhan yang bahkan diakui oleh negarawan dan filsuf bahwa Even God cannot change history. Seluruh Wawancara Imajiner kita sejak 1977, tidak mungkin terjadi nyata  bung Chris. Karena semua itu sudah jadi sejarah yang tidak mungkin kita ubah. Bahkan Tuhan sendiri tidak bisa mengubah Sejarah yang telah terjadi.

CW: Ya tapi ini pilpres 2019 kan masih 17 April 2019 masak bapak bilang duet Jokowi JK jiid 2,3 bakal kalah oleh duet Anis AHY. Itu yang bikin orang penasaran dan tidak rela karena pasti bapak akan malu  dan bisa salah besar.

BK: Saya tetap pada argumen saya bahwa Jokowi JK jilid 2,3 akan kalah oleh Anis AHY Tapi saya kan tidak bilang bahwa seandainya Jokowi berpasangan dengan bukan-JK;  misalnya Jokowi A Hok, maka saya yakin Jokowi A Hok akan menang lawan siapapun termasuk Anis AHY.

CW: Wah kalau ini saya netral nanti dikira “partai sara”, CW Tionghoa dukung Tionghoa  A Hok. Terserah bapak memberi usulan yang “ out of the box” bahkan mungkin akan dimaki oleh “lawan politik:” dengan teriakan “you are out of your mind”;  biar publik baca laporan Tempo minggu depan.  Kali ini kita stop sampai disini sebelum bapak bikin “surprise kejutan yang lebih irrasional lagi”. Dua pendapat bapak ini sangat ekstrem dan saya yakin kebenaran sejarah barangkali tidak akan se ekstrem seperti yang bapak ramalkan. Human can make history and there is no way to change it once it was made and done.

BK  Presiden Jokowi harus tetap mencamkan peringatan Bill Clinton kepada George Bush Senior: Its the Economy Stupid. Dan memang Clinton mengalahkan Bush Sr 1992 karena kebijakan Gubernur Bank Sentral AS Alan Greenspan mengakibatkan ekonomi AS mengecewakan pemilih dan Bush Sr hanya 1 term 1988-1992 jadi presiden. Its the economy but not the SARA, kalau isu SARA nya yang dimainkan, ekonomi akan semakin terpuruk dan Even God can’t change history, mas Presiden ke-7 Jokowi.

CW: Tks pak Kita ketemu lagi setelah deklarasi nama; mudah mudahan tidak sampai menunggu 10 Agustus. Terlalu bertele tele menambah ketidakpastian dan malah membuat kurs roller coaster tidak terkendali.  Karena orang takut politik SARA berdampak ke ekonomi yang akhirnya akan mengubah voting behaviour (perilaku voters).