Source: The Hill

Ada alarm dari oposisi ttg audiensi PS ke LHL 26 Nov sebelum ceramah The Economist: Selasa, 27 November 2018. Intinya, LHL kapok dulu terlalu mendukung petahana Najib Razak dan “mengabaikan” Mahathir. Ternyata petahana tergusur dan Mahathir langsung putuskan kerjasama kereta cepat KL Singapore. Sehingga LHL harus berkunjung ke KL untuk “rujuk kedua negara” pasca pemilu yang menggulingkan the ruling party . Jadi kalau sekarang LHL menerima PS adalah karena tidak ada seorang pun bisa menjamin petahana bisa bertahan ditengah situasi kegamangan global dan kasak kusuk intrik yang dibungkus “Sara”. Jadi siapa yang mewaspadai perkembangan faktor external kepada pileg pilpres 17 April? Menurut saya, faktor global sangat menentukan. Waktu Jakarta dilanda 411 oleh massa yang kemudian bertiwikrama jadi 212 maka akan berujung kalahnya A Hok pada 194 (pilgub 19 April 2017). Saya sudah menulis waktu November 2016 bahwa “HRS adalah tim sukses global Trump. Karena justru setelah melihat bahaya bila Jakarta Indonesia dikuasai 411, maka pada 711 rakya AS memenangkan Trump sbg benteng jatuhnya RI ketangan 411 dan 212. Jadi kalau sekarang ada daur ulang 212 dan 411 untuk mengulangi 194 [ada Rabi 17 April 2019 maka itu harus diwaspadai merupakan faktor komplex dan mungkin tidak terduga ditengah kesibukan dan aneka gorengan “sara” yang terus merebak tanpa “operasi defensif” dan ofensif yang memadai. Malaysia Singapore, Indonesia, AS, semua terlibat dalam “gorengan sara” yang saling mempengaruhi. Penentu akhir adalah Tuhan, yang “sedihya” di”representasi”kan oleh voters yang gampang tergoreng isu dan tertekan massa model 411 dan 212. Ternyata demo di Jakarta 411 adalah yang memenangkan Trump 711 tahun 2016. Pada pemilu sela 711/2018 Trump kehilangan dukungan DPR tapi masih bertahan di Senat. Pemilih keki karena “BPJSObamacare” dikurangi sehingga meskipun ekonomi tumbuh dan penyeraoan tenaga kerja membaik, voters membagi suara ke DPR/Demokrat. Sekarang perang dagang juga sedang tidak populer malah General Motors mau menutup pabrik. Ditengah gelombang itu pada Jumat Saptu ini akan ada KTT G20 dan KTT Xi Jinping Trump di Buenos Aires. Seluruh eselon diplomat birokrat tingkat kasubdit, eselon dua sampai direktur dan dirjen serta menteri AS dan RRT selama 3 hari suntuk sudah melakukan pertemuan intensif untuk menyiapka bahan deklarasi ” gencatan perang dagang” pada KTT G20 Jumat Sabtu 30 Nov 1 Des ini .