HUAWEI PEARL HARBOUR BARABAS YUSUF

Geopolitik lintas teologi dalam pilpres RI (dan global)

Oleh: Christianto Wibisono Ketua Pendiri PDBI

Atas desakan AS dengan tuduhan melanggar embargo Iran, Meng Wanzhou putri  mahkota konglomerat Hua Wei,  ditahan pada 1 Desember oleh imigrasi Canada di Vancouver. Beritanya baru merebak 7 Desember atau 77 tahun tepat pemboman mendadak Pearl Harbour oleh Jepang yang memicu Perang Pasifik dan Perang Dunia II yang sudah disulut di Eropa oleh Hitler. Embargo berita penahanan itu merupakan kompromi untuk menyelamatkan KTT Xi Jinping Trump diBuenos Aires 1 Desember. Karena kalau berita penahanan tersiar pasti tidak lucu dan akan batal gencatan senjata perang dagang AS RRT Tapi setelah seminggu ternyata Trump juga tidak segera membebaskan Meng maka Tiongkok menuntut pembebasan segera tanpa syarat. Pemboman Pearl Harbour 1941 masih dikaji sejarahwan mengapa Jepang pede dan nekad “membokong” AS secara brutal.

Kenapa sekarang Presiden Trump dan AS yang “membokong” Tiongkok, biasanya negara lain yang dituduh memprovokasi perang.Sekarang justru Presiden AS yang memprakarsai langkah yang “rogue” terhadap WN RRT. Tapi roh Machavelli memang sangat viral mengkotaminasi elite yang merasa memang istimewa karena jadi superpower. Ketika rezim Ayatollah Khomeini menyandra diplomat AS di Teheran  maka capres dan kemudian Presiden Terpilih Ronald Reagan mengadakan perjanjian rahasia bahwa sandra itu hanya akan dibebaskan setelah Reagan menang mengalahkan petahana Presiden Jimmy Carter hanya 1 termin (1976-1980).

Pearl Harbour

Pearl Harbour

Sekarang Partai Demokrat sedang berusaha memakzulkan Trump dengan mencari keterkaitan antara Trump dengan kegiatan spionase Rusia konspirasi dengan tim kampanye Trump sebagai alat politik untuk mencegah Trump maju ke 2 termin atau bahkan memaksulkan setelah memenangkan pemilu sela 7 Novemer 2018.  Sementara di Malaysia dengan senjata sara juga sedang terjadi perang demo mirip narasi Indonesia dengan gerakan212. Hari Saptu 8 Desember koalisi UMNO PAS dan Melayu Muslim menggelar rapat syukuran atas pembatalan ratifikasi ICERD (konvensi internasional  anti diskriminasi etnis rasial). Sehingga Suhakam (Komnas HAM versi  Malaysia harus mengalah dan menggelar rapat peringatan hari HAM dan ulang tahunnya dari 8 Desember menjadi Minggu 9 Desember. Langkah yang dikecam oleh pemimpin BERSIH (NGO independen) sebagai menyerah kepada bully itu diambil untuk menghindari terulangnya insiden rasial terburuk dalam sejarah Malaysia 13 Mei 1969. Indonesia hari ini sempat kecipratan “cyber hoax” ancaman Daulat 812 yang ditebar di Malaysia. Hubungan diplomatik dengan Singapura juga memanas dengan klaim wilayah selat antara kedua negara dan kontrak air.  Semua ini berasal dari benih sara manusia yang merebak ke suku, negara bangsa dari zaman pra modern terus berlangsung sampai zaman globalisasi digital. Malah sentimen dan insiden rasial seolah jadi “model”untuk copas. Semua mempraktekkan Kabilisme, membenci orang lain karena sentimenbenci cemburu dengki iri terhadap kinerja orang dan negara bangsa lain, dalam konteks domestik bilateral maupun multilateral. Maka sangat menyedihkan bahwa pelopor demokrasi dan mantan superpower seperti AS danTrump justru tetap mempraktekkan konspirasi BKM Brutusian,Ken ArokianMachiavellian seperti Reagan terhadap Carter serta ironisnya, kemenangan Donald Trump 7 November 2016 adalah sebagai reaksi paranoid pemilih AS terhadap massa 411 di Monas tahun 2016 itu.Dalam tempo 3 x24 jam voters AS segera menumpahkan suara ke Trump. Jadi demo 411 tahun 2016 justru menjadi “tim sukses “ effektif yang memenangkan Trump. Kemarin 7 Nov 2018 , meski ekonomi membaik voters AS memenangkan pileg DPR (Kongres) kepada Demokrat.  Hari ini Denny JA mengeluarkan polling bahwa 10% partai terpelajar yang aktif di sosmed tidak mungkin mempengaruhi 90% dan posisi Jokowi vs Prabowo sekarang adalah 53,2 % vs 31,2%. Vox Populi Vox Dei  Politisi kutip kisah kitab Suci seperti waktu A Hok bolak balik menyatakan siap resiko voters memilih Barabas. Sekarang cawapres Sandiaga Uni malah merasa lebih pede bahwa dia bersama capresnya Prabowo bisa lebih hebat dari Nabi Yusuf yang perlu 7 tahun bereskan Mesir, Prabowo Uno cukup 3 tahun mengalahkan Nabi Yusuf.