Institute Kepresidenan Indonesia (IKI) adalah program kajian yang diluncurkan Pusat Data Bisnis Indonesia untuk memantau perkembangan historis empiris lembaga kepresidenan Indonesia. Anugerah Negarawan Panutan diberikan kepada penyelenggara pemilu pertama teradil dan terjujur di Indonesia tahun 1955 yaitu PM Mr. Boerhanoeddin Harahap (Masyumi). Sebagai petahana, partainya hanya menduduki peringkat II dengan 7.903.886 suara atau 20,92% kalah dari PNI dengan 8.434.653 suara atau 22,32% meski jumlah kursi kedua partai mendapatkan masing-masing jatah 57 kursi di DPR karena faktor dapil.

Terkait dengan suasana pemilu 2019 dengan kontroversi langkah Bawaslu terhadap salah satu kontestan Pemilu, IKI menyesalkan kerancuan moral sebagian elite penyelenggara pemilu yang layak memperoleh pertimbangan moral dan etika dari Dewan Kerhormatan Penyelengggara Permilu DKPP.

Dalam kaitan ini IKI ingin sekaligus menyampaikan penghargaan kepada 7 negarawan panutan yang sebagai petahana mengalami kekalahan dalam pemilu; tapi mengakui, menghormati dan menyelamati pesaing yang memenangkan kontestasi politik dengan jiwa negarawan panutan. Mereka adalah:

  1. Presiden ke-3 Prof Dr BJ Habibie yang dengan jiwa besar tidak bersedia dipilih kembali setelah laporan pertanggungan jawabnya ditolah oleh MPR Hasil Pemilu 1999
  2. Presiden ke-5 Hj. Megawati Sukarnoputri yang menerima kekalahan selaku petahana dalam pemilu presiden langsung 2004-2009 terhadap Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono
  3. Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono yang partai berkuasanya juga kehilangan kursi mayoritas di pemilu 2014 dan tidak mengambil bagian dalam kabinet Presiden Jokowi
  4. Gubernur petahana Fauzi Bowo yang kalah oleh duet Jokowi-Basuki dalam pilgub 2012
  5. Gubernur petahana Basuki-Djarot yang kalah oleh duet Anies Baswedan-Sandiaga Uno 2017.
  6. Presiden Jokowi yang membiarkan dan mempercayakan Pemilu kepada KPU dan Bawaslu serta Dewan Kehormatan Penyelengara Pemilu agar berjalan adil jujur tertib dan legitimate

Mereka para penyelenggaran itu dituntut berjiwa negarawanan panutan seperti 7 tokoh negarawan panutan sejak Mr. Boerhanudin Harahap yang anugerahnya sudah diserahkan oleh IKI pada Minggu 24 Januari 2014 di auditorium BPPT.

Kepada KPU, Bawaslu, DKPP dan partai partai peserta pemilu; semoga sejarah jiwa dan semangat kenegarawanan panutan menjiwai dan membersihkan diri kita dari kecenderungan egoisme dan watak tidak terpuji dalam mengikuti kompetisi dan kontestasi pemilihan legislator, bupati, walikota, gubernur kepala daerah, hingga wakil predisen dan presiden RI.

Disiarkan di Jakarta, hari Rabu, 23 Mei 2018, oleh Ketua Pendiri Institute Kepresidenan Indonesia, Drs. Christianto Wibisono – penulis kajian PROFIL & ANATOMI PRESIDEN KE-7 yang sejak 2012 sudah memproyeksikan Jokowi akan meluncur jadi Presiden RI ke-7: 2014-2024.