Multi Rekor Global Lazarus Mahathir

Oleh: Christianto Wibisono

Mahathir Mohamad lahir 10 Juli 1925. Menjelang usia 93 tahun, beliau terpilih lagi menjadi PM tertua sedunia di Malaysia setelah 22 tahun menjabat sebagai PM ke-4 Malaysia dari 1981-2003, juga sebagai ketua koalisi Barisan Nasional pimpinan UMNO. Namun, sekarang 9 Mei 2018, beliau mewakili oposisi Pakatan Harapan mengalahkan koalisi Barisan Nasional PM ke-6 Najib Razak, putra PM ke-2, dan waperdam pertama Malaysia, Tun Abdul Razak.

Foto: AFP/South China Morning Post

Politik di Malaysia tidak bebas dari virus Brutus-Ken Arok-Machiavelli. Biasanya sulit bagi seseorang untuk kembali ke panggung kekuasaan setelah kalah dalam pemilu internal partai berkuasa antar elite sebab rezim partai penguasa tunggal tidak memberi peluang pada lawan politik untuk survive dan merebut kekuasaan dari pendahulu. Pola pergantian suksesi kekuasaan tanpa melalui oposisi formal yang efektif telah melahirkan pola perselingkuhan dan pengkhianatan politik antar para putra mahkota dan antara putra mahkota dengan petahana.

PM pertama Malaysia Tengku Abdul Rahman merasa dikudeta oleh waperdamnya, Tun Abdul Razak, melalui insiden SARA 13 Mei 1969 ketika partai oposisi warga Tionghoa DAP menang pemilu di wilayah ibukota federal Kuala Lumpur. Sesuai dengan mitos RAHMAN akronim, huruf awal PM Malaysia yang mirip Notonegoro di Indonesia, kebetulan nama 6 PM Malaysia tersebut cocok. Pertama, Rahman, ke-2 Abdul Razak, ke-3 Husein Onn, ke-4 Mahathir, ke-5 Abdullah Badawi, dan ke-6 Najib Razak. Era Mahathir di penuhi konflik internal perebutan ketua UMNO sekaligus PM Malaysia dengan taktik Mahathir memelihara waperdam hanya sekadar ban serep dan bukan putra mahkota karena ia cenderung mengagumi Bung Karno dan Soeharto yang keduanya bertradisi melestarikan kekuasaan keduanya sebagai penguasa tunggal.

1 Tun Abdul Razak 1957 1970 UMNO
2 Tun Dr. Ismail Abdul Rahman 1970 1973 UMNO
3 Tun Hussein Onn 1973 1976 UMNO
4 Tun Dr. Mahathir Mohamad 1976 1981 UMNO
5 Tun Musa Hitam 1981 1986 UMNO
6 Tun Ghafar Baba 1986 1993 UMNO
7 Dato’ Seri Anwar Ibrahim 1993 1998 UMNO
8 Tun Abdullah Ahmad Badawi 1999 2003 UMNO
9 Dato’ Seri Najib Tun Razak 2004 2009 UMNO
10 Tan Sri Muhyiddin Yassin 2009-2015 diganti Zahid Hamidi 2015 – 2018 2009 2015 UMNO

Waperdam ke-2, Tun dr Ismail, wafat dan digantikan oleh Hussein Onn (ipar Tun Abdul Razak) akan mulus menjadi PM ke-3 diteruskan Mahathir sampai PM ke-4. Selama 22 tahun berkuasa, Mahathir mengganti waperdam dari Musa Hitam (1981-1986), Ghafar Baba (1986-1993), sampai Anwar Ibrahim (1993-1998) yang dipecat atas tuduhan sodomi dan keluar masuk penjara sampai detik ini. Anwar digantikan oleh Abdullah Badawi yang pada 1986 sempat masuk kubu penantang Mahathir yang gagal memperebutkan pimpinan UMNO: duet Tengku Razaleigh Hamzah dan Musa Hitam yang melahirkan Semangat 46 sebagai UMNO tandingan tapi gagal dalam pemilu. Badawi menjadi PM pertama periode 2003-2009 diteruskan Najib Razak 2009 – 2018. Najib memecat waperdam Muhyidin Yassin pada tahun 2015 dan digantikan oleh Zahid Hamdi (lahir 4 Januari 1953). Pada tanggal 9 Mei 2018 Najib dikalahkan oleh duet Anwar Ibrahim-Mahathir. Karena Anwar masih dipenjara, maka istrinya Wan Azizah yang formal akan menjadi waperdam Malaysia mendampingi Mahathir yang pada 1998 mendzalimi dan memecat suaminya dari jabatan waperdam yang sudah siap melengserkan Mahathir karena Malaysia juga terkena krismon. Namun, Mahathir survive dan memecat Anwar lebih dahulu sebelum Anwar meniru Habibie di Indonesia yang menerima tahta suksesi dari Soeharto secara “Ken Arokian”. Sikap Habibie ini berekor keluarga “Cendana” yang tidak ingin dibesuk meski Soeharto sakit parah di RS Pertamina hingga wafatnya. Kali ini, terjadilah tragedi Ken Arok 2″ di rumpun Malaysia.

via Google.com

Sekarang Mahathir menjadi Lazarus yang kembali menjadi Perdana Menteri Malaysia berkoalisi dengan mantan putra mahkota yang sempat terdzalimi selama 20 tahun. Apakah duet ini akan survive hingga rencana Anwar betul-betul menjadi orang ke-7 yang menjadi PM ke 8 Malaysia setelah 6 PM terdahulu (termasuk Lazarus Mahathir Mohamad yang 2 kali tidak berturut turut menjadi PM).

Bagaimana implikasi perselingkuhan serumpun ini berdampak bagi politik Indonesia? Ikuti ulasan selanjutnya di www.pdbionline.com.

Jakarta 10 Mei 2018,

Christianto Wibisono

Ketua Pendiri PDBI.