Baru saja komite nobel mengumumkan pemenang hadiah nobel kesusastraan tahun ini terancam batal, berhubung munculnya skandal pelecehan seksual terkait salah satu dewan juri dari Swedish Academy. Ini merupakan bukti bahwa komite hadiah nobel merupakan manusia biasa yang bisa terlibat skandal seksual maupun korupsi. Kasus ini mengingatkan pada M. Junus dari Grameen Bank, pemenang hadiah novel 2006, yang diadili karena korupsi di Bangladesh. Dalam kaitan itu, kajian PDBI tetap relevan sebab mengungkapkan bahwa calon pemenang hadiah nobel juga manusia biasa yang bisa saja lemah, salah, keliru, dan tidak layak tetap mendapat hadiah meski pernah melakukan tindakan kemanusiaan dan menciptakan perdamaian. Mereka juga bisa melakukan tindakan kekerasan dan peperangan yang berbeda dengan tindakan dan semangat perdamaian. [Christianto Wibisono]

Simak berita lengkapnya di artikel nytimes.com: 2018 Nobel Prize in Literature Postponed Amid Sexual Abuse Scandal.