SUMMIT IMAJINER TIGA PERADABAN

Oleh: Christianto Wibisono, penulis buku WAWANCARA IMAJINER DENGAN BUNG KARNO 1977.

Merespons WIBK 21 Juni tentang ANATOMI PRESIDENKE-8 RI; DR. Salim Said mengusulkan memperluas WIBK dengan sarasehan nasional atau KTT global yang pada 13 November 2001 sudah pernah saya tulis bertema Summit Imajiner Tiga Peradaban. Hari ini Jumat 22 Juni saya menyampaikan liputan  SUMMIT IMAJINER TIGA PERADABAN  di Pelataran Borobudur membahas situasi global mutakhir dan posisi serta peranan Indonesia.  Bung Karno selaku Proklamator Kemerdekaan dan Pencetus Ideologi Pancasila mengundang Dr Sun Yat Sen pendiri Republik Tiongkok dan penggagas San Min Chu I serta Presiden ke-34 AS John Fitzgerald Kennedy.

Bung Karno mengawali sambutan selaku tuan ramah pemrakarsa Summit: “Atas nama Bangsa Indonesia dan umat Islam sedunia yang beraliran humanisme global (rahmatli lalamin) saya menyampaikan selamat kepada anda Jack (panggilan akrab Presiden Kennedy) atas prakarsa trobosan KTT Trump Kim di Singapura. Meski saya “cemburu” kenapa Presiden Trump tidak memilih Indonesia yang bisa menyajikan 3 lokasi: Bandung, Borobudur, Bali, dan bukan sekedar 3 hotel St Regis, Shangrila dan Capella. Tapi ketiga hotel itu sahamnya sebagian dimiliki oleh konglomerat Indonesia atau patungan Malaysia-Indonesia-Singapura. Hari ini Dubes RI untuk Inggris; Rizal Sukma menulis di Kompas: Mau Apa Indonesia di  DK PBB. Terus terang saya kambuh “big power syndrome” saya dan saya tidak malu mengakui menjadi presiden paling “eksentrik” dan kebablasan dengan membawa RI keluar dari PBB, gara-gara Malaysia diterima jadi anggota tidak tetap DK PBB 1965. Sekarang saya melihat Presiden ke-7 RI yang lahir bertepatan dengan hari wafat saya juga menegaskan bahwa Indonesia adalah negara besar, jangan mau lagi dipojokkan kalau ada KTT global. Nah ini masalah terbesar nation state Indonesia tercermin dalam jargon “you are what you are” yang diucapkan utusan AS Dr Frank Graham  untuk perundingan Indonesia Belanda di geladak kapal USS Renville tahun 1948 semasa revolusi kemerdekaan. Saya sekarang ingin mengungkit janji Graham bahwa AS akan membantu Indonesia dalam memenuhi kewajiban utang Hindia Belanda yang di”wariskan” kepada Indonesia dalam KMB The Hague 1949. Jack, Indonesia itu adalah negara yang begitu lahir dibebani utang US$ 1.150 juta dan kita lunasi tinggal sisa US$ 171 juta atau 15% pada 1956. Tapi AS hanya memberi kredit US Eximbank untuk Semen Gresik dan Pusri. Saya merasa “dibohongi” oleh AS Jack.

sumber: jassmerah.com

John Kennedy tersenyum kecut dengan sindiran telak Bung Karno. “Sabar Big Bung,  KMB itu masih era presiden Truman dan kemudian Presiden Eisenhower, saya baru terpilih 1960 dan 3 tahun terbunuh oleh Lee (LHO). Tahun 1962 AS sudah menekan Belanda untuk menerima transisi damai Irian ketika ancaman perang sudah gawat. Deputy KSAL RI Laksda Yos Sudarso tenggelam dan KSAU Suryadarma dipecat diganti Omar Dani. Karena itu saya utus adik saya Bobby untuk jadi juru damai Indonesia Belanda dan berhasil mencapai persetujuan New York 17 Agustus 1962. Sebetulnya anda sudah masuk nominasi Nobel Perdamaian, tapi anda malah berkonfrontasi dengan Malaysia dan keluar dari PBB. Lalu Jenderal Soeharto menggulingkan anda bagaikan durian runtuh karena Indonesia mendadak jadi anti komunis dalam 24 jam setelah terbunuhnya Jendral Yani.  Indonesia gratisan anti komunis, sedang kita AS harus keluarkan milyaran dollar dan korban 50.000 serdadu AS tewas di Vietnam. Jadi Indonesia sendiri yang “sukarela” menjadi anti komunis,  pro Barat dan pro AS sejak 1966. Nah dalam soal Freeport saya ingin memberi tip bahwa elite Indonesia lemah dalam detail perundingan, selalu hanya “galak dan arogan” dalam big shout nya. Teriak teriak galak, tapi giliran bernegosiasi tenggelam dalam detail dan tidak menguasai lika liku hostile takeover untuk korporate seperti Freeport. Saya tegaskan bahwa Washington terlalu besar untuk didikte oleh Freeport yang menurut menteri Jonan, dikira gajah ternyata sapi, pun kecil tidak se-raksasa seperti yang dibayangkan. Nah dalam soal Freeport ini, kalau Indonesia punya corporate raiders kaliber Soros, Warren Buffet dan atau Carl Icahn (yang sekarang menguasai saham terbesar Freeport) maka Indonesia mestinya bisa mengambil alih Freeport sama seperti ketika Mahathir mengambil alih Guthrie di bursa London dikenal sebagai serangan fajar.  Elite Indonesia sendiri yang kadang kadang membingungkan karena tidak bersinergi, tidak terkoordinasi dan sulit melakukan corporate raiders dengan cerdas dan cermat. Misalnya dalam soal ganti rugi Karaha Bodas sampai kehilangan US$ 340 juta untuk kompensasi pembatalan proyak yang notabene adalah persyaratan IMF.  Nah dalam soal World Bank IMF ini saya juga heran kenapa Indonesia tidak pede minta naik kelas dari sekedar no 22 menjadi 10 besar pemegang saham pengendali  World Bank IMF. Mungkin anda harus belajar bagaimana Tiongkok  melejit dalam percaturan global

BK: Ya betul Dr Sun Yat Sen, Anda gagal, diganti Mao Zedong, gagal juga diganti Deng XiaoPing, apa yang bisa kita pelajari dari jatuh bangunnya Tiongkok sejak Republik Kuo Min Tang 10 Oktober 1911 yang anda pimpin, Kungchantang Maoisme 1949-1979, kembali ke pasar oleh Deng Xiaoping , ideologi apa dibalik Tiongkok sekarang?

SYS: Bung Karno yang sangat terpelajar, di abad XXI ini maka dogmatik doktriner harus sudah diganti eklektik. Anda sendiri bilang Pancasila adalah hogere optrekking peningkatan lebih tinggi dari Manifesto Komunis dan Declaration of Independence. Nah yang penting adalah pelaksanaan nilai nilai luhur dari Pancasila yang anda sendiri bilang terinspirasi San Min Chu I. Pada gilirannya saya merujuk pada trilogi Lincoln a government of the by people, by the people and for the people. Saya rasa itulah Pancasila global yang patut diterapkan dimana saja AS, Tiongkok dan Indonesia  bahkan Arab Saudi dibawah Mohamad Bin Salman sedang menuju sekularisasi mentas tuntas dari dogma Wahabi Salafi. Investasi Arab Saudi di Tiongkok jauh lebih besar dari kekawatiran oposisi thd Presiden Jokowi. Jadi sebetullnya yang salah dalam pelaksanaan “ideologi” Lincoln, San Min Chu I dan atau Pancasila, adalah bahwa pelaksananya tidak konsisten, tidak satunya kata dan perbuatan, munafik. Hingga terjadi korupsi dan penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan secara massif dalam skala raksasa. Yang memang harus ditindak dan diberi hukuman setimpal agar jera, kapok dan negara bisa selamat dari destruksi kegagalan spekulator dan manipulator. Produksi, produktivitas,kreativitas harus dihargai, tapi predator  yang mematikan kekuatan produktif bangsa harus disingkirkan, jangan malah berindung dibalik “ideologi” “ partai”  “oligarki” sampai “agama” juga dipakai jadi alibi.

Dalam balapan efisiensi ini maka kata kuncinya adalah siapa paling produktif kreatif yang menang seperti Tiongkok meninggalkan AS dan Indonesia yang Orde Barunya membangun lebih dulu dari Deng Xiaoping. Kalau Indonesia menyelesaikan masalah internal berdamai dengan dirinya sendiri, saya yakin Indonesia deserve to be the real number 4 in quality not just quantity,

BK: Wah semua jadi gampang kalau yang omong sudah jadi begawan purna politisi seperti kita bertiga. Tapi seluruh elite dunia termasuk Indonesia itu terperangkap dalam power syndrome yang pernah kita alami. Saya melihat teori Huntington yang dijabarkan lebih jauh oleh Dominique Moisi dalam The Geopolitics of Emotion memang harus dituntaskan. Kalau Trump Kim sudah bisa berdamai maka sebetulnya the third peradaban Islam harus melakukan trobosan besar. Nah Jokowi bersaing dengan Erdogan, Mohamad bin Salman dan atau Ayatollah Ali Khamenei untuk menjadi pemimpin peradaban Islam global. Kalau Trump mewakili Barat dan Kim mewakili Confucius sudah berdamai maka Israel Palestina harus berdamai;  Islam dan Timur Tengah dengan Barat danConfucius harus berdamai,  Memang seolah seperti utopia, tapi itulah omongan orang melecehkan Trump Kim yang ternyata bisa terlaksana dan lebih real ketimbang cibiran banyak orang yang sentimen terhadap Trump Kim. Kalau saya jadi Jokowi saya akan melakukan trobosan Indonesia jadi juru damai Israel Palestina dan sinergi 3 peradaban dalam kompetisi kreatif konstruktif yang tidak destruktif satu sama lain. Apakah kalian betul betul rela melakukan realignment, rekonstruksi dan transformasi global dari warisan Perang Dunia, Perang Ideologi, Perang Peradaban menuju Meritokrasi  Global yang mencerminkan struktur real politik 2020. Perubahan struktur Bank Dunia IMF juga harus mencerminkan pemerataan kesempatan dan peluang berperanan sesuai dengan kekuatan riil;  kembali pada ”you are what you are.” Jangan ada yang memanipulasi dan mengeksploitasi secara tidak adil melainkan menuju pada pasar kompetitif yang mencapai equilibrium win win solution.  OK gentleman, kita ketemu lagi minggu depan setelah pilkada 27 Juni untuk melihat bagaimana posisi elektabilitas presiden RI 17 April 2019.  Kita menyampaikan belasungkawa tewasnya penumpang kapal Sinar Bangun di Danau Toba.

JFK: AS siap menghadapi transformasi global struktur Bank Dunia IMF bahkan struktur Dewan Keamanan PBB, ketimbang suasana konflik yang memaksa AS keluar dari Dewan HAM PBB karena merasa dizolimi oleh kekuatan emosional anti AS yang pola pikirnya mirip kaum berkaos politis primordial di Jakarta sekarang ini.

sumber: peoplesworld.org

SYS: Tiongkok mengikuti jer basuki mawa bea, there is no free lunch in the world. Anda harus kerja keras untuk mencari nafkah dan Joyoboyo, eling lan waspada, golden rule meritokrasi.  Kita semua balik ke falsafah simple, basic, fundamental  universal. Dalam gelombang sejarah itu semua masalah dan konflik akan teratasi tidak perlu harus sampai kiamat karena universal ternyata multiversal dan radikalisme akan terkikis habis karena kekuatan destruktif anarkis teroris tidak mungkin dibiarkan menguasai jagad ini. Tuhan terlalu besar untuk dimonopoli oleh segelintir manusia yang sebetulnya kerdil tapi merasa bisa jadi Tuhan terhadap sesamanya.

BK: Terima kasih atas kehadiran anda berdua di Borobudur salah satu keajaiban bikinan manusia yang menakjubkan di abad ke7. Ketika Timur Tengah masih dalam era jahiliyah. Kita tidak bisa membiarkankaum jahilyah global mengkiamatkan dunia. Biar Mohamad bin Salman, Erdogan, Khamenei dan Jokowi bersaing dalam kompetisi mentransformasi peradaban Islam menjadi real rahmat lil alamin. Kalau Trump Kim bisa, maka Islam Nusantara bisa jadi Islam Global jurudamai menyelesaikan konflik berkepanjangan di Timur Tengah secara lugas tuntas dan berkeadilan, secara berkelanjutan dan berkesinambungan.

Summit Imajiner ini akan berlanjut bila respon peminat positif.