Dimuat di situs Kompasiana, “WIBK 3, Gubernur Bank Indonesia ke 16” dituliskan Oleh Christianto Wibisono – Redaktur politik Harian Kami 1966-1970 Pendiri dan direktur TEMPO 1970-1974 Pendiri Pusat Data Business Indonesia 1980-2000 Pendiri Institute Kepresidenan Indonesia 2012.

google via Berdikari Online

WIBK 3 — GUBERNUR BANK INDONESIA KE 16

WIBK — 3/2018 ini saya tulis pada Kamis pagi 29 Maret berbasis rekaman percakapan dinner dengan Bung Karno di Sumire Restaurant Grand Hyatt Rabu malam 28 Maret setelah persetujuan aklamasi DPR terhadap penetapan Perry Warjiyo sebagai Gubernur ke-16 Bank Indonesia.

CW: Selamat malam pak, baru saja DPR mengukuhkan penetapan Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI ke -16. Apa pesan bapak untuk Gubernur yang lahir pada tahun 1959 ketika bapak melakukan sanering Rp. 1000 dan Rp. 500 diturunkan nilanya jadi Rp. 100 dan Rp 50. Hingga Gubernur BI ke -2 Mr Lukman Hakim dari PNI akan mengundurkan diri sebagai protes langkah yang diambil Menteri Pertama merangkap Menkeu Ir Djuanda dan Menteri Muda Keuangan Notohamiprojo tanpa konsultasi dengan Gubernur Lukman Hakim  pada 24 Agustus 1959.

BK: Sejak didirikan sebagai De Javasche Bank 1828 hingga 1951 ada 16 orang Belanda menjadi Gubernur de Javasche Bank. Pada 1951 Syafrudin Prawiranegara menjadi orang Indonesia pertama menjabat Gubernur ke-17 dan terakhir hingga nasionalisasi berganti nama menjadi Bank Indonesia pada 1953.  Syafrudin, lahir 28 Februari 1911 politisi Masyumi dengan karir roller coster jadi Ketua PDRI 1948 hingga terlibat sebagai PM PRRI 15 Februari 1958.  Ia menjadi tahanan politik 25 Agustus 1961 hingga dibebaskan  26 Juli 1966 dan wafat 15 Februari 1989.

Karena terlibat PRRI tentu saja Syafrudin dicopot dari jabatan Gubernur Bank Indonesia diganti oleh Mr Lukman Hakim dari PNI (1958-1959) sebagai Gubernur ke-2 BI.  Selain sanering waktu itu  deposito Rp. 25.000 keatas dikonfiskasi (pinjam paksa ditukar) dengan obligasi Pemerintah 30 tahun.  Mantan Menkeu  Sutikno Slamet menjadi gubernur ke-3 Bank Indonesia hanya sampai 1960. Mr Soemarno (ayahanda Menteri BUMN Rini Soemarno saya panggil  dari posisi di IMF menjadi Gubernur BI ke -4  juga hanya 3 tahun dan pada 1963 saya ganti dengan Jusuf Muda Dalam.

Gubernur BI ke-5 ini akan diamankan dan divonnis pidana penjara atas tuduhan korupsi oleh Soeharto yang menggunakan Supersemar untuk menahan 15 menteri kabinet Dwikora II pada 18 Maret 1966 dan JMD termasuk yang diadili dan divonnis.  Posisi Gubernur BI ke-6 diambil alih gubernur termuda Radius Prawiro sejak 1966 sampai 1973.

Rahmat Saleh akan menjadi Gubernur BI ke-7 dan terlama 10 tahun hingga 1983. Dizaman Hindia Belanda ada 3 gubernur De Javasche Bank yang menduduki jabatan lebih dari 10 tahun yaitu Gubernur pertama (1828-1838), ke12 (1912-1924 dan ke 14 (1929-1945). Setelah Rahmat Saleh, Gubernur BI ke-8 Arifin Siregar dan seterusnya rawan goncangan dan gonta ganti karena reshuffle kabinet silih berganti. Sejak Gubernur BI ke 8  Arifin Siregar  hanya 1 periode (1983-1988); ke-9 Adrianus Mooy juga hanya 1 periode (1988-1993) Gubernur ke-10 Soedradjad Djiwandono diberhentikan oleh Presiden Soeharto karena krismon diganti Gubernur ke -11 Syahril Sabirin(1998-2003). Keduanya akan mengalami musibah diinterogasi kasus korupsi, bahkan Syahril Sabirin sempat dipenjara. Gubernur ke-12 Burhanudin Abdulllah (2003-2008)  dipenjara karena meminjamkan dana Yayasan afiliasi BI untuk pembelaan hukum Gubernur Sudrajad. Karena situasi darurat, ketika Burhanudin ditahan maka diterjunkan Prof Dr Boediono menjadi Gubernur ke-13  hanya setahun 2008-2009 karena segera diorbitkan menjadi Wapres ke-11 RI mendampingi Presiden SBY untuk periode 2009-2014. Gubenur ke 14 Darmin Nasution 27/7/2009-23/5/2013)  dan Gubernur ke-15 Agus Martowardoyo akan berakhir Mei 2018. Itulah tour d’horizon 16 Gubernur BI sampai Perry Warjiyo yang baru dikukuhkan DPR 28 Maret.

CW: Tapi apa relevansi sejarah 16 gubernur itu dengan konstelasi obyektif ekonomi RI periode Review XV BankDunia IMF yang harus menyusun Arsitektur Finansial Global 2020-2045 menggantikan struktur WB/IMF 1945 yang sudah 14 x di review terakhir Review XIV tahun 2010.

BK: Pada hari wafatnya Rahmat Saleh,  Gubernur BI ke 7 dan terlama, di Dubai Menkeu ke 26/29 Sri Mulyani kembali memperoleh penghargaan atas kinerjanya sebagai Menkeu RI untuk kedua kalinya. Sepanjang usia Republik ada 29 Menteri Keuangan atau 2 kali jumlah Gubernur BI. Menkeu pertama Dr Samsi hanya menjabat 37 hari  dari 19 Agustus 1945  — 25 September 1945 sedang Menkeu ke -15 Prof Dr Ali Wardhana  memegang rekor 15 tahun menjadi Menkeu 1968-1983 dan 5 tahun jadi Menko Perekonomian 1983-1988   Ali Wardhana melakukan rekor 3 kali devaluasi 1971, 1978 dan 1983.  Penggantinya Radius Prawiro yang mantan  Gubernur BI ke-7 dalam 1 periode kabinet 1983-1988 sebagai menkeu ke-16 melakukan 2 kali devaluasi 1983 dan 1986.   Setelah itu Soeharto “malu” juga karena bolak balik pidato tidak akan ada devaluasi ternyata 5 kali devaluasi. Karena itu waktu Menkeu Sumarlin gantikan Radius, dipesan wanti wanti kamu boleh jungkir balik asal jangan devaluasi. Maka Sumarlin melakukan Gebrakan Sumarlin ketika PerangTeluk I suku bunga triple digit. Nah fatwa mengharamkandevaluasi itu dipegang kokoh bahkan hingga krismon 1998. Tapi justru berakibat fatal yaitu lengsernya Soeharto.

CW: Sebagian orang sampai detik ini percaya ada konspirasi Bank Dunia/IMF melengserkan Soeharto karena itu masih cuek dan sinis terhadap Sidang Bank Dunia /IMF seolah sebagai “tebus dosa” dulu melengserkan Soeharto.

BK: Wah itu saya memang terkejut juga bahwa sebagian orang PDIP sepemikiran dengan kaum radikal kanan, ibaratnya koalisi Masyumi PNI tahun 1950an balik lagi dalam bentuk anti asing Xenophobia World Bank IMF. Maka perlu ditelusuri sejarah jatuh bangun nilai rupiah dan pelbagai kebijakan yang menjadi benang merah melemahnya kurs rupiah. Tidak perlu menyalahkan orang lain atas kelemahan diri kita sendiri. Pengguntingan uang pertama 1950 dilakukan oleh Menkeu Syafrudin dari Masyumi oleh kabinet RIS dengan Bung Hatta sebagai Perdana Menteri. Sanering 1959 terjadi ketika saya menjadi PM kabinet presidensial dan Djuanda Menteri Pertama merangkap Menkeu dan Notohamiprojo sebagai menteri muda, keduanya kan tehnokrat non partisan dan entrepreneru dari Bumiputera 1912.  Sanering ketiga yang mengakibatkan saya terpojok dilakukanWaperdam Chairul Saleh yang berideologi Tan Malaka dan Menkeu Sumarno tehnokrat orientasi PNI dan bankir pengusaha Jusuf Muda Dalam. Itu zaman saya yang berorientasi kiri, Sosialisme Manipol.  Tapi dizaman rezim kanan junta militer Soeharto, Prof Mafia Berkeley, Menkeu terlama 15 tahun tetap saja 3 x devaluasi.Begitu pula ekonom Rotterdam dalam 3 tahun 2 x devaluasi. Tidak peduli rezim kiri atau kanan partai Masyumi atau PNI atau tehnokrat profesional semua keok gagal mempertahankan nilai tukar rupiah yang pada 1950an sama dengan 1 dollar Malaya (waktu itu belum ada Singapura dan atau Malaysia). Sekarang 1 dollar Singapura 3 ringgit Malaysia dan 10.000 Rupiah Indonesia.  Jadi pesan saya kepada Gubernur BI ke-16 dan Menkeu ke-26/29) Sri Mulyani ialah bagaimana keduanya harus mempelopori delivery dari penurunan ICOR kita dari 6,4 ke 2,3 dengan membrantas semua pungli dan high cost socio political rent. Semua itu mengakibatkan inefisiensi ekonomi, impotensi daya saing, pertumbuhan ekonomi terbatas 5%, kurangnya surplus devisa karena tidak mampu bersaing dalam ekspor ke pasar global. Semua ini mengakibatkan rupiah tidak bisa kuat.

Kita ucapkan selamat semoga Gubernur ke-16  ini akan mengawal kontinuitas kelanjutan 2 term kabinet Jokowi karena di AS, ketidak sinkronan Chairman the Fed Alan Greenspan dengan Presiden Bush Sr berdampak kalahnya Bush Sr oleh Bill Clinton dengan slogan Its the Economy Stupid dalam pilpres AS 1992.

CW: Wah itu perlu suatu wawancara sendiri kita lanjutkan lain kali pak.