Dimuat di situs Kompasiana, “WIBK 4 – Perempuan (ke-2) Wapres RI ke-13” dituliskan Oleh Christianto Wibisono – Redaktur politik Harian Kami 1966-1970 Pendiri dan direktur TEMPO 1970-1974 Pendiri Pusat Data Business Indonesia 1980-2000 Pendiri Institute Kepresidenan Indonesia 2012.

google via Berdikari Online

Terjadi “hang” di komputer program Kompasiana sehingga artikel yang seharusnya terunggah jam 08.00 Jumat pagi ini raib entah kemana. Sekarang ini saya tayangkan  mulai jam 21.00 Jumat malam tentang Perempuan (ke-2_ Wapres RI ke-13.

Saya berdialog dengan Bung Karno di taman Danau sekitar Jalan Lembang Menteng,  sisa sisa kenikmatan Menteng zaman Hindia Belanda yang teduh, hijau dan tenang.

CW: Selamat pagi pak  Menteng ini sekarang makin lama makin berubah meski sudah dicoba dipertahankan dengan regulasi peruntukan. Tapi model rumahnya sudah tidak rapi karena “ambur adul” Sebagian besar jadi ruko dan makin lama jalur hijau yang teduh tenang dan lebar tidak ada lagi kecuali Jl Teuku Umar, Jl Diponegoro dan Jl Imam Bonjol. Yang lain sudah ruwet tidak keruan.

BK: Ya karena itu sebetulnya dulu saya pernah menyatukan jabatan Mendagri dengan Jabatan Gubernur DKI dirangkap jadi satu lpada kabinet terakhir saya dan naasnya menteri merangkap gubernur DKI itu termasuk yang ditahan oleh Soeharto 18 Maret 1066. Setelah itu saya lantik Ali Sadikin yang baru nonjob karena terkena reshuffle 27 Maret 1966 menjadi Gubernur pada Kamis 28 April 1966.

Tapi karena sudah ada Gubernur baru terpilih  ya kita tidak usah terjerat masa lalu. Kita bicara masa depan saja terutama polemik cawapres yang sudah mulai ramai dengan bursa nama nama diantaranya Menkeu ke26/30 Sri Mulyani Indrawati  yang merupakan salah satu calon terkuat. Mari kita lihat utak atik “pre-destinasi” mbak Ani ini yang lahir 26 Agustus 1962 seangkatan dengan Chairul Tanjung

Ia menjadi menkeu ke-26 kemudian terpental karena kasus Bank Century  dan diselingi oleh Menkeu ke 27 Agus Martowardoyo, Menkeu ke-28 Chatib Basri dan Menkeu ke-29 Bambang Brojonegoro lalu dipanggil kembali jadi Menkeu ke-30. Dizaman liberal hanya Sumitro Djojohadikusumo bisa 2 kali jadi Menkeu pada 2 kabinet ( Wilopo dan BH) lalu ikut pemberontakan PRRI 1958-1968, bisa balik lagi jadi Menteri Perdagangan era Soeharto  Sebetulnya orang Indonesia mengorbit ke Bank Dunia /IMF bukan cuma dizaman sekarang, dizaman liberal juga sudah banyak orang yang berpengalaman  bertugas di Bank Dunia /IMF di Washington.

Bisa melalui jalur mewakili Negara RI tapi bisa juga langsung jadi korps pegawai Bank Dunia IMF yang dipilih karena kinerja meritokrasi pribadi seperti Arifin Siregar misalnya. yang kemudian pulang dan menjadi Gubernur BI ke 9 menggantikan Gubernur BI ke-7 Rachmat Saleh yang bertahan 10 tahun berarti memegang rekor 2 termin 1973-1983. Setelah itu semua Gubernur BI hanya 1 termin tidak ada yang 2 termin.

CW: Pak hari ini kita bahas Menkeu dan cawapres 2019 soal Gubernur sudah kemarin panjang lebar.

BK: Ya Menkeu SMI ini bisa mengulangi riwayat wapres ke-11 Boediono tapi kalau ikut jalur Boediono kan cuma ban serep tidak punya karir masa depan jadi presiden RI. Sedang kalau dia jadi wapres 2019-2024 maka pada pilpres 2024 ia berumur 62 masih OK melanjutkan jadi Presiden ke-8 setelah melalui jenjang wapres ke-13.  Jangan takut angka 13 sebab Masagung justru feng shuinya rumah, mobil, kantor, toko pakai no 13 semua malah  hok gie meski  sekarang anaknya terkena masalah eKTP.

CW: Pak tentang Bank Dunia/IMF ini sebetulnya sampai dimana kebenaran teori konspirasi menjatuhkan Soeharto 1998.

BK: Setelah krismon melengserkan Soeharto maka banyak kajian diterbitkan termasuk “penyesalan” IMF bahwa resep yang diberikan IMF menutup 16 bank 1 November 1997 merupakan blunder besar karena Indonesia belum punya LPS (Lembaga Penjamin Simpanan).  Resep penutupan bank tanpa eksistensi LPS mengakibatkan rush perbankan dan capital flight yang tidak keburu dikontrol seperti Mahathir lakukan di Malaysia dengan memecat Anwar Ibrahim yang hampir meniru resep IMF di Indonesia.

Jadi kesalahan utama IMF adalah memberi resep gegabah tanpa sadar bahwa Indonesia tidak punya LPS waktu itu. Seandainya waktu itu Gubernur BI Sudrajad segera mendevaluasi rupiah yang ketika krisis baht merebak 2 Juli 197 masih bergerak disekitar Rp. 2.250 langsung ke Rp. 5.000 dan memberlakukan kontrol devisa mungkin RI bisa selamat dari krismon. Tapi waktu itu kan semua berpidato bahwa Indonesia berbeda dari Korea dan Thailand, bahwa fundamental ekonomi RI itu kuat dan tidak serapuh seperti Thailandnd d  Korea.

Tapi itu sudah sejarah masa lalu yang disesali juga tidak akan bisa dipulihkan, Soeharto sudah di predestinasikan harus jatuh 32 tahun ssetelah dia merebut tahta kepresidenan melalui Supersemar 11 Maret 1966. Pada bulan Mei 1998 itu Soeharto juga sudah mengeluarkan SuperMei secmacam Supersemar 2.0 yang sudah diteken dan diberikan kepada Pangab Jendral Wiranto.

Tapi situasi global kan sudah rumit dan krismon tidak bisa diatasi secara domestik nasional, maka setelah “berkonsultasi ” dengan Laksamana Blair (Panglima Angkatan Bersenjata AS wilayah Pacific) maka Wiranto tidak berani melakukan kudeta dan mengawal naiknya Habibie sebagai presiden ke-3.

Urusan wapres ini dizaman Soeharto juga sudah “ruwet” meskipun ternyata semua cuma dijadikan ban serep termasuk Try Sutrisno yang di selipkan oleh Harsudino Hartas merebut posisi Wapres ke-6 periode 1993-1998. Ternyata cuma 1 termin dan yang ketiban hok gie timing tepat justru Habibie yang mendapat durian runtuh karena Soeharto lengser 1998. Anehnya Soeharto sendiri keki dan tidak rela putra mahkotanya Habibie naik menggantikan dia Mei 1998 itu sampai wafatnya Soeharto dia tidak mau dilayat olehHabibie.

Tapi kita mesti angkat topi karena Habibie demokrat tulen, setelah pertanggungan jawabnya ditolak dia mundur tidak mau dicalonkan jadi presiden. Amien Rais bermanuver menaikan Gus Dur menyerobot porsi Megawati. Perselingkuhan sesat ini hanya berumur 21 bulan dari Oktober 199 9sampai Juli 2001.

Kemudian Megawati hanya bertahan jadi petahana untuk sisa masa jabatan sampai2004 digantikan oleh Susilo Bambang Yudhoyonoyang su yang sukses terpilih 2 term sampai 2014. Partai Demokrat kalah di 2014 dan diluar dugaan muncul pengusaha meubel dari walikota Solo diorbitkan oleh Prabowo jadi Gubernur DKI, malah menyalip mentornya berduel di pilpres 2014 dan Jokowi menang meyakinkan mengalahkan putra Sumitro Djojohadikusumo.

CW: Apa modal utama SMI yang tidak dimiliki oleh pesaingnya.

BK: Modal utama tentu profil, reputasi dan kinerja SMI yang merupakan bagian dari elite global . Dalam sejarah dunia ada beberapa posisi yang merupakan jatah einmalig, sekali seumur hidup, karena jabatan itu harus di gilir oleh seluruh anggota organisasi internasional seperti PBB dan Bank Dunia/IMF. Nah jabatan Ketua Majelis Umum PBB itu setiap tahun bergilir dan tentunya menunggu habis 194 negara baru suatu negara kebagian posisi itu lagi.

Ketua Majelis Umum PBB 1971 adalah Menlu Adam Malik dan justru dalam posisi itulah Adam Malik memulihkan hak RRT sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB menggantikan Taiwan. Jadi lihat hukum karma yang diatur Tuhan kepada Soeharto yang memutuskan dan membekukan hubungan dengan RRT, tapi justru Menlu RI harus memimpin sidang umum pemulihan hak RRT sebagai pendiri PBB.

Nah posisi tuan tumah Sidang Bank Dunia/IMF juga merupakan suatu posisi einmalig bergilir setiap 3 tahun dan Indonesia adalah negara ke 26. Hanya 2 kota yang pernah 2 kali menjadi penyelenggara yaitu Istanbul 1955 dan 2009 dan Tokyo 1964 dan 2012

Tapi yang lebih penting dari sekedar EO adalah Indonesia harus bisa memanfaatkan agenda sidang ini dengan melakukan reformasi dan restrukturisasi serta transformasi arsitektur finansial global merubah komposisi pemegang saham dan voting power negara negara anggota yang mencerminkan situasi riil mutakhir dewasa ini.

Karena didirikan tahun 1945 maka komposisi Bank Dunia.IMF mencerminkan situasi dunia 1945 padahal telah terjadi perubahan besar kekuatan ekonomi dengan bangkitnya Tiongkok dan India menyusul Jepang. Juga ASEAN dan Indonesisteutn sudah harus disesuaikan profil, quota sahamnya dan votingpowernya dari 1,03% menurut Review XIV tahun 2010.

Sidang di Bali itu harus dijadikan awal Review XV karena Review XIV sudah harus tuntas terlaksana 2020.  Jadi dengan timing dan predestinasi seperti itu akan sangat sayang sekali kalau elite Indonesia menyia nyiakan momentum einmalig ini dengan business as usual.

CW: Terima kasih pak karena itu WIBK ini kita beri judul Perempuan ke-2 Wapres ke-13 .