Mulai 1 Januari 2019 beredar foto laporan syukuran pencapatan target pendapatan pemerintah dari pajak dan bea cukai. Presiden Jokowi dan Menkeu Sri Mulyani ceria dengan kinerja tersebut disaksikan KSP Muldoko dan Seskab Pramono Anung. Saya melanjutkan dialog dengan Bung Karno tentang dinamika politik yang semakin mirip roller coaster, naik turun dengan pelbagai isu dan cyber war dua kubu pesaing.

Syukuran Percepatan Target Pemerintah dari Pajak dan Bea Cukai

CW: Apa komentar bapak tentang situasi sekarang yang seolah berubah setiap hari?

BK: tidak ada yang berubah drastis kalau ditelusuri ya memang politik itu hanya mengenal satu tujuan, menang untuk berkuasa. Coba baca lagi buku Seperempat abad DPR RI nah disitu akan ketahuan bahwa dizaman demokrasi parlementer itu APBN tidak pernah disahkan tepat waktu. Semua pasti mundur danakhirnya disahkan pakai istilah “zonder meer” itu bahasa Belanda artinya ya ya sudahlah tidak perlu lagi ditelitu wong sudah telah dan sudah “kedaluwarsa”. Lalu saya juga keki APBN saya ditolak oleh DPR hasil pemilu1955 maka mumpung Masyumidan PSI terlibat pembrontakan PRRI Permesta maka keduanya saya bubarkan dan DPR haisl pemilu juga saya rombak jadi DPR GR. Tapi ya seperti yang sudah sering kita bahas DPR itu kan cuma glintiran atau belasan yang memang tokoh, yang lain hanya cheerleaders dan penggembira. Diangkat anggota DPR GR Ok, digerakkan oleh Soksi mengangkat Sukarno jadi Presiden Seumur Hidup OK. Terus setelah G30S , DPR yang sama juga yang memecat saja dan mendukung Soeharto jadi presiden kedua.

CW: Ok bapak boleh terus sewot dengan pengalaman sejarah. Sekarang apa yangbapak adviskan untuk masa depan.

BK: Ya ini Sri Mulyani memang hebatMenkeu ke 26 dan menkeuke 30, lahir 26 Agustus 1962 tahun 2024 umur 62 kenapa tidak ada yang orbitkan dia jadi capres ke-8 setelah presiden JOkowi selesai menang 2 periode. Jadi kinerja Menkeu ini bisa jadi alasan untuk mengorbitkan SMI jadi Presiden wanita kedua yang profesional dan mumpuni.

CW: lho ini rupiah masih bisa digoncang perang dagang Trump yang mirip letusan Anak Krakatau tidak ada yang bisa meramalkan dengan tepat Trump itu mau apa dan Kim Jong Un sudah mengancam mau jalan sendiri kalau Trump tetap angin anginan.

BK: Ya sebetulnya kita ini memang matu tidak mau kompromi satu sama lain ermasuk oposisi. Semua kebagian rezeki lah, ada proyek, ada anggaran ada pengakuan bahwa oposisi juga ikut bekerja dengan mendukung APBN, tidak memboikot karena itu ya dikasih rewards. Terus perusahaan ya kalau bisa tidak usah ikut jatuh bangunseperti parpol yang menang jadi winner takes all dan yang kalah digusur tidak kebagian satu proyekpun. Itu saya rasa harus dikoreksi. Demokrasi liberal Eropa Barat dan AS kan membagi rezeki juga kepada oposisi. Jadi orang tidak perlu merasa “mati” kalau kalah di DPR dan tidak terpilih jadi capres sampai perlu membubarkan negara atau membiarkan negara punah. Jadi kata kuncinya adalahkita harus mempunyai divisi divisi Indonesia Inc seperti AS punya 4 jendral: General Atlantic, General Dynamics, General Electric dan General Motors. Kita punya ratusan mungkin ribuan jendral, laksamana ,m marsekal tapi tidak punya yang sekelas GA, GD, GE, GM Indonesia Inc mesti punya divisi seperti Mitsui, Mitsubishi, Marubeni, Sumitomo, Itochu dll. Kita cuma punya Indomie dan cpo sawit no brand.

CW: wah sampai terlalu detail ke fenomena sogo shosha.Bapak apa sudah punya ” latest prediction” presiden ke7 lancar menang periode ke-2 atau bahaya bisa disalip presiden ke-8. Lho foto dan obrolan saya panjang lebar tentang Indonesia Inc tadi kan sudah mengendorse bahwa petahana akan terpilih lagi dan Menkeu terbaik naik jadi Menko Perekonomian lagi untuk menjadi the next President 2024 2029.. Dia sudah pernah jadi Menko Perekonomian 13 Juni 2008 -20- Oktober 2009. Dari generasi muda Denni Purbasari siap jadi Menkeu ke -31 menggantikan seniornya SMI. CW: Tapi dua orang itu tidak punya partai.

BK: Di Indonesia, partai mendatangi tokoh yang berbobot dan berkinerja. Kasus Century bisa mengganjal SMI? BK: Partai KPK juga mirip partai lain, ikut angin bertiup seperti barisan cheerleaders DPR. Dunia ini memang akhirnya perlu negarawan kelas berat berbobot dan berkinerja berbasis meritokrasi. Yang memble mengandalkan dinasti atau nepotisme atau politik SARA ya mungkin bisa “menipu” rakyat sebentar, tapi tidak selamanya. Jadi orang berprestasi, berbobot berkinerja tidak boleh minder harus diberi semangat terus menerus Jangan sampai negara Indnesia dikuasai medioker dengan genetika DNA SMS (senang milihat orang susah sedih melihat orang sukses. Hari ini sekian saja nanti terlalu banyak topik malah hilang substansinya. Presiden ke7 aman dua periode, kinerja ekonomi memproyeksikan menkeu ke 26/30 potensial jadi capres ke-8 pada 2024..